Vitamin A Ternyata Bukan Hanya Untuk Kesehatan Mata Loh.. !!

Estetika dan Kecantikan Gigi S.A.S
Perbaikan dan Restorasi Gigi
Ig @ahligigijember

Vitamin A bukan semata untuk mata. Begitu banyak manfaat zat gizi ini bagi kesehatan. Antara lain berperan penting dalam proses reproduksi, masa pertumbuhan dan perkembangan anak, mencegah kanker, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Apa saja sumber vitamin A terbaik, dan berapa banyak dibutuhkan sehari-harinya?

Tahun 1932, untuk pertama kalinya susunan kimia vitamin A diketahui. Tahun 1937, vitamin A dapat diisolasi dari minyak hati ikan halibut dalam bentuk kristal. Tahun 1947, untuk pertama kalinya sintesis vitamin A dapat dilakukan.

Saat ini vitamin A sintetis telah banyak digunakan untuk tujuan fortifikasi pada berbagai bahan pangan dan juga sebagai suplemen. Karena fungsinya yang erat terkait dengan retina, vitamin A disebut juga sebagai retinol.

Berbagai penelitian 20 tahun terakhir memberi bukti nyata bahwa kekurangan vitamin A tidak hanya menyebabkan kebutaan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup secara keseluruhan. Anak-anak dengan xeroftalmia (penyakit mata akibat kekurangan vitamin A) ringan, mempunyai risiko 2-3 kali lebih besar untuk menderita penyakit infeksi saluran pernapasan dan diare, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara betakaroten dan vitamin A dengan pencegahan dan penyembuhan penyakit jantung koroner dan kanker. Hal ini terkait dengan fungsi betakaroten dari vitamin A sebagai antioksidan yang mampu melawan radikal bebas.

Enam fungsi penting

1. Penglihatan
Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang. Di dalam mata, retinol (bentuk vitamin A yang terdapat di dalam darah) dioksidasi menjadi retinal. Retinal kemudian mengikat protein opsin dan membentuk rodopsin (suatu pigmen penglihatan). Rodopsin terdapat pada sel khusus di dalam retina mata yang dinamakan rod.

Mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan dapat melihat dari ruangan dengan cahaya terang ke ruangan dengan cahaya remang-remang. Kecepatan mata untuk beradaptasi, berhubungan langsung dengan vitamin A yang tersedia di dalam darah untuk membentuk rodopsin.

Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja. Suplementasi vitamin A dapat memperbaiki gangguan penglihatan tersebut.

2. Pembentukan mukus
Mukus melindungi sel-sel epitel dari mikroorganisme dan partikel lain yang berbahaya. Di bagian atas saluran pernapasan, sel-sel epitel secara terus-menerus menyapu mukus keluar, sehingga benda-benda asing yang mungkin masuk akan terbawa keluar. Bila terjadi infeksi, sel-sel goblet akan mengeluarkan lebih banyak mukus yang akan mempercepat pengeluaran mikroorganisme tersebut.

Kekurangan vitamin A menurunkan kemampuan sel-sel kelenjar memproduksi mukus dan akan digantikan oleh sel-sel epitel yang bersisik dan kering. Hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh. Membran mukosa yang tidak dapat mengeluarkan cairan mukus dengan sempurna akan mudah terserang bakteri (infeksi).

3. Fungsi kekebalan
Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh manusia dan hewan. Sistem kekebalan membantu mencegah atau melawan infeksi dengan cara membuat sel darah putih yang dapat menghancurkan berbagai bakteri dan virus berbahaya. Retinol berpengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B, yaitu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan humoral.

Dalam kaitan vitamin A dan fungsi kekebalan ditemukan bahwa: (1) ada hubungan antara status vitamin A dan risiko terhadap penyakit infeksi pernapasan, (2) Ada hubungan antara kekurangan vitamin A dan penyakit campak.

4. Pertumbuhan dan perkembangan
Vitamin A berpengaruh terhadap sintesis protein, sehingga berperan terhadap pertumbuhan sel. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email gigi. Pada orang yang kekurangan vitamin A, pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Pada anak-anak yang kekurangan vitamin A, terjadi kegagalan pertumbuhan.

5. Reproduksi
Vitamin A dalam bentuk retinol dan retinal berperan pada proses reproduksi. Pembentukan sperma, pembentukan sel telur, dan perkembangan janin di dalam kandungan, semuanya membutuhkan vitamin A dalam bentuk retinol.

Rendahnya status vitamin A saat hamil akan berdampak pada keguguran atau kesukaran dalam melahirkan. Kebutuhan vitamin A saat hamil meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin dan persiapan menyusui.

6. Pencegahan kanker
Kemampuan retinoid dalam memengaruhi perkembangan sel epitel dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan, berpengaruh terhadap pencegahan kanker kulit, tenggorokan, paru-paru, payudara, dan kantong kemih. Betakaroten bersama dengan vitamin E dan C telah berperan aktif sebagai antioksidan untuk mencegah berbagai kanker.

Penyerapan vitamin A butuh lemak

Sumber vitamin A dapat dibedakan atas preformed vitamin A (vitamin A bentuk jadi) dan provitamin A (bahan baku vitamin A). Vitamin A bentuk jadi atau retinol merupakan vitamin A yang bersumber dari pangan hewani, seperti: daging, susu dan olahannya (mentega dan keju), kuning telur, hati ternak dan ikan, minyak ikan (cod, halibut, hiu).

Provitamin A atau korotenoid umumnya bersumber dari: sayuran berdaun hijau gelap (bayam, singkong, sawi hijau), wortel, waluh (labu parang), ubi jalar kuning atau merah, buah-buahan berwarna kuning (pepaya, mangga, apricot, peach), serta minyak sawit merah.

Sayangnya, pada proses pengolahan minyak lebih lanjut, betakaroten banyak yang hilang, sehingga kadarnya hanya tinggal sedikit pada minyak goreng. Kandungan vitamin A beberapa bahan pangan dapat dilihat pada tabel.

Bahan pangan kadar (RE)
Hati sapi 13.170
Kuning telur ayam 600
Daging ayam 243
Ikan sardin 250
Minyak ikan 24.000
Mentega 1.287
Susu bubuk full cream 471
Keju 225
Susu kental manis 153
Susu segar 39
Wortel 3.600
Daun singkong 3.300
Daun pepaya 5.475
Daun lamtoro 5.340
Daun talas 3.118
Daun melinjo 3.000
Daun katuk 3.111
Sawi 1.940
Kangkung 1.890
Bayam 1.827

Betakaroten merupakan provitamin A yang paling efektif untuk diubah oleh tubuh menjadi retinol (bentuk aktif vitamin A). Karotenoid lainnya, seperti likopen (pada tomat dan semangka), xanthopyl (pada kuning telur dan jagung), zeaksantin (pada jagung), serta lutein, walaupun memiliki aktivitas untuk peningkatan kesehatan, bukan merupakan sumber vitamin A.

Tingkat penyerapan vitamin A oleh tubuh antara lain dipengaruhi oleh konsumsi lemak dan sumber bahan pangannya. Dalam kondisi konsumsi lemak yang tepat, tingkat penyerapan vitamin A asal hewani dapat mencapai sekitar 80 persen.

Tingkat penyerapan karotenoid sangat tergantung pada keberadaan garam empedu, umumnya mencapai sekitar separuh dari penyerapan vitamin A asal hewani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sumber vitamin A hewani jauh lebih baik dibandingkan dengan yang nabati.

Mengingat tingkat penyerapan vitamin A yang sangat tergantung pada kecukupan konsumsi lemak, upaya pengolahan sayuran menjadi sayur bersantan (sayur bobor, sayur lodeh) atau yang ditumis dengan sedikit minyak (oseng-oseng) jauh lebih baik dibandingkan dengan yang diolah menjadi sayur bening atau lalap. Diet rendah lemak yang terlalu ketat karena alasan takut kegemukan atau untuk menghindari penyakit jantung, perlu ditinjau ulang.

Kehadiran lemak dalam makanan sehari-hari tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan jumlah lemak dalam menu harian. Lemak dengan kandungan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada lemak dengan kandungan asam lemak jenuh tinggi.

Kontribusi lemak dalam makanan sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari total kebutuhan energi per hari. Sumbangan energi terbesar tetap diharapkan berasal dari karbohidrat, yaitu sekitar 50-60 persen dari total kebutuhan energi. Sisanya berasal dari protein, yaitu sekitar 10-20 persen.

Satuan vitamin A yang umum dipakai adalah IU (International Unit) atau RE (Retinol Equivalent), satu RE sama dengan 3,33 IU. Jumlah konsumsi vitamin A per hari yang dianjurkan untuk bayi dan anak di bawah usia tiga tahun adalah 350 RE, sedangkan untuk pria dan wanita dewasa masing-masing 700 RE dan 500 RE. Dalam kondisi hamil dan menyusui, masing-masing diperlukan tambahan vitamin A sebesar 200 RE dan 350 RE per hari.

Kebutuhan vitamin A dapat dipenuhi dengan berbagai upaya, seperti: mengonsumsi beragam bahan pangan yang secara alami mengandung vitamin A (bahan pangan hewani) maupun karotenoid (sayuran dan buah-buahan), mengonsumsi suplemen vitamin A, atau mengonsumsi makanan hasil industri pangan yang telah diperkaya (difortifikasi) dengan vitamin A.

Kebanyakan, Haid Terhenti

Terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis, keadaan keracunan akibat kelebihan vitamin A, yaitu antara 75.000-500.000 SI atau 40.000-55.000 RE setiap hari untuk jangka waktu beberapa bulan. Sebaliknya, gejala kelebihan vitamin A pada orang dewasa adalah: sakit kepala, pusing, rambut rontok, kulit kering, tidak selera makan, dan sakit pada tulang.

Kelebihan vitamin A pada wanita dapat menyebabkan terhentinya menstruasi. Kelebihan vitamin A pada bayi dapat menyebabkan pembesaran kepala atau hidrosefalus. Kasus ini hanya akan terjadi bila konsumsi dilakukan dalam bentuk vitamin A.

Karoten tidak dapat menimbulkan gejala kelebihan vitamin A karena penyerapan karoten akan menurun bila konsumsinya berlebihan. Selain itu, sebagian dari karoten yang diserap tidak diubah menjadi vitamin A.

Dari Rabun Hingga Gangguan Pertumbuhan

Kekurangan (defisiensi) vitamin A terutama terjadi pada anak balita. Ada dua macam defisiensi, yaitu defisiensi primer dan defisiensi sekunder.

Defisiensi primer terjadi akibat kekurangan konsumsi bahan pangan yang mengandung vitamin A. Defisiensi sekunder terjadi akibat gangguan penyerapan dan penggunaan vitamin A di dalam tubuh.

Beberapa contoh penyakit akibat defisiensi vitamin A:

1. Buta senja
Salah satu tanda awal defisiensi vitamin A adalah buta senja, yaitu ketidakmampuan menyesuaikan penglihatan dari cahaya terang ke cahaya yang samar-samar. Ketidakcukupan konsumsi vitamin A menyebabkan simpanan dalam tubuh menipis, sehingga kadarnya di dalam darah menurun dan tidak mencukupi kebutuhan retina mata untuk pembentukan rodopsin (pigmen penglihatan).

2. Perubahan pada mata
Kornea mata dapat terpengaruh oleh kekurangan vitamin A. Tanda-tandanya antara lain kelenjar air mata tidak mampu mengeluarkan air mata, sehingga terjadi pengeringan pada selaput yang menutupi kornea. Tanda-tanda ini diikuti dengan pemburaman serta pelepasan sel-sel epitel kornea, yang berakibat pada pelunakan dan pecahnya kornea. Mata juga dapat terkena infeksi. Gejala paling ringan disebut xerosis konjungtiva.

Defisiensi lebih lanjut menyebabkan xerosis kornea, yaitu kornea menjadi kering dan kehilangan kejernihannya. Tahap akhir dari gejala mata yang terinfeksi adalah keratomalasia (kornea melunak dan dapat pecah), sehingga menyebabkan kebutaan total.

3. Infeksi
Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan fungsi kekebalan tubuh menurun, sehingga mudah terserang infeksi. Kekurangan vitamin A menyebabkan lapisan sel yang menutupi paru-paru tidak megeluarkan lendir, sehingga mudah dimasuki mikroorganisme, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan infeksi. Jika hal ini terjadi pada permukaan dinding usus halus, akan menyebabkan diare.

Defisiensi vitamin A juga dapat menyebabkan perubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin, sehingga menimbulkan infeksi pada ginjal, kantong kemih, dan vagina. Defisiensi vitamin A pada anak-anak menyebabkan komplikasi pada campak yang berakhir dengan kematian. Karena itu, vitamin A disebut vitamin anti infeksi.

4. Perubahan pada kulit
Defisiensi vitamin A menyebabkan kulit kering dan kasar. Folikel rambut juga menjadi kasar dan mengeras. Karena itu, asam retinoat sering diusapkan ke kulit untuk menghilangkan kerutan pada kulit, jerawat, dan kelainan kulit lainnya.

5. Gangguan pertumbuhan
Defisiensi vitamin A dapat menghambat pertumbuhan sel. Defisiensi vitamin A dapat menghambat fungsi sel-sel yang membentuk email gigi, mengakibatkan gigi mudah rusak.

Oleh:
Prof.DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior

TAGS: vitamin A, nutrisi vitamin, nutritions vitamins, vitamints supplement, vitamin B1, vitamin E, diet vitamint, vitamin a food, vitamin A food, kesehatan, hidup sehat, kiat sehat, tips sehat, tentang vitamin a, pengertian vitamin, fungsi vitamin A, vitamin, about vitamint, hight vitamin, benefits of vitamin A, the benefits of vitamin, vitamin A benefits [...]


Foto Tentang Kecantikan Gigi Versi Tukang Gigi S.A.S
Koleksi Foto Hasil Perbaikan Gigi
Ig@ahligigijember
ahligigijember.blogspot.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan comment, kritik dan saranya sepatah dua kata jika anda tertarik dan mungkin atikel ini bermanfaat bagi anda, karna komentar dan saran anda adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi blog ini..

From : Admin - Berbagipintar.blogspot.com